
SUKABEKASI.com – Program MBG (Mengajar Berbarengan Guru) telah menjadi topik hangat selama setahun terakhir ini, dengan peluncurannya yang dijadwalkan serempak pada 8 Januari 2026. Dalam rangka menjamin kesuksesan penyelenggaraan program ini, Polda Kepri memutuskan buat memberikan liburan khusus bagi sekolah-sekolah agar mampu fokus pada pelaksanaan program yang juga berfokus pada kelompok B3 (Belajar Berkarya Berbudaya). Cara ini diambil untuk memastikan bahwa semua pihak, baik guru maupun siswa, dapat beradaptasi dan konsentrasi penuh dalam program ini.
Pertanyaan Akuntabilitas dan Kritik
Meski program MBG disambut dengan antusiasme, tak seluruh pihak setuju dengan pelaksanaannya yang masih berlangsung waktu liburan sekolah. CELIOS melontarkan kritik terhadap keputusan buat melanjutkan program ini selama masa libur sekolah dengan dalih bahwa ini dapat membingungkan masyarakat. Mereka menyoroti potensi masalah akuntabilitas serta tuntutan transparansi yang perlu dijawab oleh penyelenggara program. “Masyarakat bingung dan mempertanyakan akuntabilitas program ini,” kata salah satu pengkritik dari CELIOS. Masyarakat berharap eksis kejelasan mengenai tujuan serta hasil akhir yang diharapkan dari program ini.
Refleksi Setahun Program MBG
Kaleidoskop 2025 menunjukkan bagaimana program MBG menjadi salah satu program pendidikan paling dibicarakan selama setahun belakangan. Berbagai cerita keberhasilan muncul dari pojok berbeda di Indonesia, memberi asa baru bagi peningkatan kualitas pendidikan. Tetapi, program ini tidak luput dari tantangan dan kontroversi, seperti kritik terkait periode penyelenggaraan program yang dianggap tak optimal. Sepanjang 2025, program MBG telah membentuk platform kolaboratif antara guru dan siswa, mengedepankan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menginspirasi keterlibatan lebih aktif dari para pendidik.
Dengan semua perkembangan yang eksis, tantangan masa depan program MBG mencakup bagaimana menghadapi kritik yang datang serta memastikan bahwa seluruh stakeholder, dari tingkat sekolah hingga kementerian, dapat berkomitmen penuh buat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Program MBG menawarkan gambaran yang menjanjikan tentang bagaimana reformasi sistem pendidikan dapat dilakukan, namun juga mengingatkan kita akan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.




