
SUKABEKASI.com – Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana, merespons perihal protes dari warga yang mengemuka belakangan ini. Warga menyoroti beberapa isu terkait penegakan peraturan wilayah yang dinilai belum maksimal. Nesan Sujana, dalam peluang wawancaranya, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menjalankan tugas untuk menciptakan ketertiban di kota tersebut. “Kami selalu memastikan bahwa tugas kami berjalan sinkron prosedur,” ujar Nesan.
Usaha Penegakan Perda
Di tengah kritik yang dilontarkan oleh masyarakat, Satpol PP Kota Bekasi terus berdedikasi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk menegakkan peraturan daerah (Perda). Salah satu fokus utama adalah mengatasi berbagai pelanggaran yang terjadi, mulai dari penertiban pedagang kaki lima hingga pelanggaran konstruksi liar. Nesan menjelaskan bahwa selama ini pihaknya telah melakukan berbagai cara buat meningkatkan efektivitas penegakan hukum tersebut. “Kami tidak cuma memberikan sanksi, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif kepada penduduk agar mereka lebih memahami pentingnya mematuhi peraturan yang ada,” tambahnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa peran serta masyarakat dalam menegakkan perda sangat penting. Tanpa dukungan dan pencerahan dari masyarakat, upaya penertiban akan sulit dilakukan. Oleh sebab itu, Nesan mendorong warga masyarakat Kota Bekasi agar lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka masing-masing. Sosialisasi mengenai perda pun terus digalakkan, baik melalui media sosial, kampanye langsung, maupun kegiatan edukatif di lapangan.
Tantangan di Lapangan
Tidak selamanya penegakan hukum berjalan mulus. Nesan Sujana mengakui bahwa pihaknya kerap menghadapi berbagai tantangan waktu turun ke lapangan, seperti resistensi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. “Ada kalanya kami harus berhadapan dengan pihak yang menolak waktu penertiban dilakukan, makanya krusial bagi kami buat selalu mengutamakan pendekatan dialogis,” ungkap Nesan.
Kendati demikian, Satpol PP Kota Bekasi tidak berputus asa. Mereka lanjut berusaha mencari solusi yang win-win, sehingga tidak cuma hukum yang ditegakkan, namun juga masyarakat merasa dilibatkan dan dihargai. Nesan menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan menjadi salah satu strategi yang efektif. “Kami mau memastikan bahwa masyarakat memandang kami bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, namun juga sebagai mitra yang siap membantu menjaga lingkungan statis kondusif,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, Nesan berharap kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat terbentuk. Dengan demikian, tantangan dalam penegakan perda dapat diminimalkan, dan kualitas kehidupan penduduk Kota Bekasi pun akan meningkat seiring dengan terciptanya lingkungan yang lebih tertib dan aman. Keterlibatan semua elemen masyarakat sangat diharapkan buat mendukung tercapainya visi ini, sehingga kebijakan pemerintah bisa berjalan secara optimal dan diimplementasikan dengan bagus di lapangan.



