
SUKABEKASI.com – Kampanye imunisasi ORI (Outbreak Response Immunization) buat campak di Kabupaten Sumenep belum mencapai target yang diharapkan. Sehubungan dengan itu, upaya imunisasi massal ini terpaksa diperpanjang agar lebih banyak anak-anak yang mendapatkan vaksinasi. Hal ini penting untuk memastikan kekebalan komunitas terhadap campak dapat tercipta, mengingat risiko penyebaran penyakit tersebut yang cukup tinggi tanpa cakupan imunisasi yang maksimal. Dalam beberapa hari pertama kampanye, banyak kendala yang dihadapi di lapangan, yang mengakibatkan capaian target yang belum optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian tersebut adalah keraguan masyarakat dan isu kehalalan vaksin yang beredar.
Kendala dan Tantangan di Lapangan
Di Sumenep, penyelenggaraan ORI campak menemui banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pihak penyelenggara. Meski berbagai usaha sosialisasi telah dilakukan, masih banyak orang uzur yang merasa ragu untuk membawa anak-anak mereka mendapatkan vaksin campak. Keraguan ini sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran akan efek samping dari vaksin, serta isu kehalalan yang beredar di masyarakat. Pemerintah setempat telah berupaya keras buat mendampingi dan meyakinkan manusia tua mengenai pentingnya imunisasi ini. “Kami terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksin ini kondusif dan telah diakui halal,” ujar seorang pejabat kesehatan di Sumenep.
Salah satu langkah yang diambil untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan melibatkan berbagai pihak, seperti tokoh agama dan masyarakat, buat memberikan sosialisasi lebih terus mengenai pentingnya vaksinasi. Mereka diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga informasi yang betul dapat tersebar luas dan meredakan kekhawatiran yang ada. Selain itu, pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan dan pihak berwenang di setiap kegiatan imunisasi juga dilakukan buat memastikan penyelenggaraan vaksinasi berlangsung lancar dan mampu mencapai target secara optimal.
Upaya dan Strategi buat Pencapaian Target
Pada awal pelaksanaan, sasaran imunisasi campak di Sumenep belum tercapai secara signifikan sehingga masa kampanye diperpanjang hingga akhir September. Langkah ini diambil agar lebih banyak anak-anak yang dapat menerima vaksin dan mengurangi risiko wabah campak di wilayah tersebut. “Kami mau memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari program ini, karena imunisasi adalah hak seluruh anak,” lanjut pejabat kesehatan tersebut. Hingga saat ini, capaian imunisasi sudah mencapai sekitar 58.730 anak atau setara dengan 79,4 persen dari total sasaran.
Untuk mendukung pencapaian target, berbagai strategi diterapkan. Di beberapa daerah, Babinsa turut serta mendampingi proses imunisasi, khususnya di wilayah terpencil seperti Batang-Batang. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan rasa kondusif kepada masyarakat, namun juga membantu memastikan setiap proses berjalan sinkron dengan rencana yang telah ditetapkan. Selain itu, kunjungan door-to-door juga dilakukan untuk menjangkau anak-anak yang belum sempat datang ke pos-pos pelayanan. Petugas kesehatan berbarengan dengan kader posyandu tak segan-segan mendatangi rumah-rumah guna memberikan pelayanan imunisasi.
Kesuksesan program ini memerlukan kerjasama dari semua pihak, termasuk masyarakat. Pencerahan masyarakat mengenai manfaat imunisasi sangat diperlukan agar program ini mampu mencapai tujuannya dengan optimal. Ke depan, harapannya, dengan perpanjangan saat ini dan melalui strategi-strategi yang telah diterapkan, target cakupan imunisasi mampu tercapai dan kasus campak dapat secara efektif diminimalisir di Sumenep. Dengan terwujudnya imunisasi menyeluruh, diharapkan risiko penyebaran penyakit campak mampu ditekan seminimal mungkin, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan kondusif bagi anak-anak.




